Bunda, pernah nggak sih scrolling Instagram atau TikTok lalu melihat foto-foto botol ASI perah yang tersusun rapi dan jumlahnya banyak banget? Rasanya campur aduk, ya? Ada kagum, tapi juga ada rasa cemas: “Apakah ASI-ku cukup?”

Perasaan ini wajar banget, kok. Tapi ternyata, ada seorang ibu yang merasakan hal yang sama dan memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dia membuat konten yang memperlihatkan bahwa stok ASIP yang berlimpah bukanlah satu-satunya ukuran sukses menyusui.

Ekspektasi vs Realita: Kisah Seorang Ibu

Caitlin Wilder, seorang ibu dari Los Angeles, hampir membeli kulkas tambahan untuk menyimpan ASI berlebih yang ia kira akan segera ia butuhkan. Tapi setelah melahirkan anak kedua, ia sadar bahwa produksi ASI-nya tidak sebanyak yang ia lihat di internet.

“Yang saya lihat di internet hanyalah orang-orang memompa ASI dalam jumlah besar, memenuhi botol dan teko,” kata Wilder. “Saya tidak pernah memompa sebanyak itu, dan saya merasa buruk karenanya.”

Ia pun memutuskan untuk menunjukkan realita. Wilder membuat video yang memperlihatkan sedikit ASI yang ia hasilkan sambil bernyanyi, dan membagikannya ke media sosial. Responsnya luar biasa—banyak ibu yang merasa lega dan bersyukur akhirnya ada yang menunjukkan bahwa secukupnya saja sudah cukup.

Mengapa Tren Stok ASIP Bisa Membuat Stres?

Sekarang ini, banyak ibu yang membagikan foto stok ASIP beku sebagai bentuk pencapaian. Tanpa sadar, ini bisa menimbulkan tekanan pada ibu lain yang merasa produksinya berbeda. Padahal, setiap ibu punya kondisi yang unik.

Ada yang perlu memompa banyak karena harus bekerja, ada yang menyusui langsung sepanjang hari, ada juga yang hanya menyimpan sedikit sebagai cadangan. Semua ini normal dan tidak perlu dibandingkan.

Penelitian dari University of Western Australia menunjukkan bahwa volume ASI yang diminum bayi dalam sekali menyusu sangat bervariasi. Rata-rata sekitar 76 gram, tapi tidak ada patokan pasti. Jadi, tidak perlu terpaku pada angka.

Berapa Jumlah ASI Perah yang Normal?

Ahli gizi dan konsultan laktasi dari Rumah Sakit Anak Philadelphia, Ann Cha, mengatakan bahwa produksi ASI setiap ibu berbeda. Bayi umumnya minum 25–32 ons susu per hari. Jika seorang ibu memompa eksklusif delapan kali sehari, targetnya sekitar 3–4 ons per sesi.

Menurut La Leche League, ibu yang juga menyusui langsung mungkin hanya memompa kurang dari 2 ons per sesi. Jadi, tidak perlu memaksakan diri untuk menghasilkan botol penuh setiap kali memompa.

Jumlah ASI yang keluar bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

  • Usia bayi
  • Seberapa sering bayi menyusu langsung
  • Jadwal memompa
  • Kondisi tubuh ibu
  • Tingkat kelelahan dan stres
  • Kapasitas penyimpanan payudara

ASI juga cenderung lebih banyak di pagi hari dibanding malam. Jadi, wajar jika hasil pumping berbeda-beda setiap sesi.

Keberhasilan Menyusui Bukan Soal Freezer Penuh

Yang terpenting bukanlah seberapa penuh freezer, tapi apakah bayi mendapatkan cukup ASI. Tanda-tandanya antara lain:

  • Berat badan bayi naik sesuai grafik pertumbuhan
  • Bayi tampak puas setelah menyusu
  • Bayi sering buang air kecil (setidaknya 6–8 popok basah sehari)
  • Bayi aktif dan responsif

Setiap perjalanan menyusui itu unik. Ada ibu yang punya stok ASIP berbulan-bulan, ada yang hanya punya beberapa kantong cadangan, bahkan ada yang memompa sesuai kebutuhan hari itu. Semua sama-sama berjuang dan layak dihargai.

Jadi, mulai sekarang, jangan bandingkan stok ASIP-mu dengan orang lain. Fokuslah pada kebutuhan bayimu dan kebahagiaan kalian berdua. Karena yang paling penting bukanlah kuantitas, melainkan kualitas ikatan dan nutrisi yang diberikan.

Reporter: Maya Handayani